Selasa, 23 Juni 2015

TUGAS PEMROGRAMAN JARINGAN "APLIKASI PEMANTAU RUANGAN"

TUGAS PEMROGRAMAN JARINGAN
 "APLIKASI PEMANTAU RUANGAN"
 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
ANGGOTA KELOMPOK:
- Fajar Romadhoni 52411646
- Glugut Hari Pamungkas 53411095
- Nanda Priyatna 55411096
 
 
Pada proses perkuliahan mencari ruang kelas yang sedang tidak digunakan terkadang menjadi kendala tersendiri bagi mahasiswa dan pengajarnya, kendala tersebut terkadang membuat mahasiswa dan mahasiswa dari perkuliahan lain saling berkompetisi mendapatkan ruang kelas yang tidak gunakan atau sedang digunakan tetapi tidak digunakan untuk proses pemebelajaran atau perkuliahan.
Aplikasi Ini adalah aplikasi tentang pengaturan penggunaan ruangan pada sebuah ruangan yang dapat diatur dari sebuah komputer utama, aplikasi ini membatu sebuah kelompok pada sebuah bangunan yang kesulitan dalam mencari ruang yang kosong atau tersedia pada bangunan tersebut.
 
Pada aplikasi ini pertama-tama user memilih lantai yang diinginkan, selanjutnya user menentukan perintah berikutnya,  jika memilih unlock maka user harus memilih ruangan yang akan dibuka, dan jika memilih lock maka user harus memilih ruangan yang akan di tutup, dan jika user memilih unlok all atau lock all maka semua ruangan akan terbuka atau terkunci.

 



Pada tampilan aplikasi terdapat 6 tombol utama sebagai perintah aplikasi dan tombol pendukung tergantung ruang yang ada. Pada tombol utama terdapat tombol lantai sebelumnya, lock, unlock, lock all, unlock all, dan lantai selanjutnya.

Tombol lantai sebelumnya berfungsi untuk mengubah tampilan denah ruangan pada lantai sebuah bangunan.

Tombol lock berfungsi untuk mengunci salah satu ruangan.

Tombol unlock berfungsi untuk membuka salah satu ruangan.

Tombol lock all berfungsi untuk mengunci semua ruangan pada sebuah lantai.

Tombol unlock all berfungsi untuk membuka semua ruangan pada sebuah lantai.

 

Cara Kerja

Setiap ruangan pada di tiap lantai sebuah bangunan terhubung pada Sebuah server yang mengatur akses pada ruangan di setiap lantai pada bangunan tersebut, pada setiap ruangan memiliki alat yang dipasangkan di semua pintunya sehingga server dapat memantau mana ruang yang sedang digunakan dan mana ruang yang sedang tidak digunakan lalu dikirimkan ke komputer utama.
 

 
Pada alat disetiap pintu dapat dikembangkan dengan menghubungkannya dengan jaringan listrik yang ada di ruangan tersebut contohnya jika pada sebuah ruangan dalam kondisi terkunci maka tidak ada aliran listrik yang dapat masuk, maka alat elektronik misalnya AC, Proyektor dan bahkan lampu tidak bisa digunakan, dan sebaliknya jika ruangan dalam kondisi tidak terkunci maka aliran listrik dapat masuk dan semua peralatan elektronik bisa digunakan.




Posisi saat pintu terkunci akan memisahkan pemicu aliran listrik dan juga memberikan signal pada server jika ruangan tersebut tidak digunakan



Posisi saat pintu terbuka akan menghubungkan pemicu aliran listrik dan juga memberikan signal pada server jika ruangan tersebut sedang digunakan
Peralatan yang Dibutuhkan
1.      Sebuah komputer utama yang mendukung terhubungnya sebuah server utama dan juga aplikasi utama
2.      Server yang terhubung pada alat yang ada di tiap pintu
3.      Kabel yang terhubung dari tiap bagian dalam pintu yang dapat dihubungkan ke server dan komputer utama
4.      Kunci yang didalamnya terdapat alat yang dapat menjadi signal ke server untuk dikirim ke komputer utama
 
 
 
 
Kesimpulan
Aplikasi ini membantu pengajar dan terutama bagian pembagian ruang dalam memantau ruangan yang sedang digunakan atau sedang tidak digunakan, aplikasi ini juga menguntungkan dari segi keamanaan dan efektifitas penggunaan listrik yang akan digunakan.
 

 
 

 
 

 

 
 
 
 
 


Rabu, 27 Mei 2015

SISTEM TERDISTRIBUSI

SISTEM TERDISTRIBUSI

Sistem Terdistribusi
Sistem terdidtribusi adalah suatu kesatuan dari elemen-elemen yang saling berinteraksi
secara sistematis dan teratur untuk mendistribusikan data, informasi, obyek dan layanan dari dan
kepada pengguna yang terkait didalamnya. Infrastruktur utama sistem terdistribusi adalah jaringan, hardware software dan pengguna yang terkait di dalamnya. 1 Dalam sistem terdistribusi terdapat pembagian pekerjaan antara elemen yang satu dengan elemen yang lain Sarana komunikasi antar elemen dijembatani dengan jaringan. Tata cara komunikasi antar elemen diatur dengan sebuah perjanjian sehingga terjadi komunikasi yang dapat dipahami antara masing masing elemen yang terlibat.
Sistem terdisitribusi melakukan pembagian pekerjaan antar elemen sehingga terjadi sebuah
kinerja optimum dari sebuah sistem. Bagian terluar dari sistem ini yang berhubungan dengan
pengguna akan disebut sebagai aplikasi client. aplikasi client merupakan front end yang
berhubungan dengan pengguna sistem. Sedangkan dibelakangnya terdapat beberapa lapisan logik
seperti presentation server, bussiness object server dan database server. Lapisan sistem yang berada di belakang front end tersembunyi dari pengguna, penyembunyiap (transparency) merupakan salah satu isyu penting dalam sebuah sistem terdistribusi. Gambaran arsitektur three tier yang dari aplikasi dengan front end yang diletakkan pada sebuah alat bergerak (mobile device) adalah sebagai berikut.
Sistem terdisitribusi dengan pemisahan aplikasi client yang berada di mesin (device) yang
terpisah dari lapisan yang lain memungkinkan dibuat aplikasi yang terkonsentrasi memenuhi
kebutuhan pemakai. Dengan demikian aplikasi tersebut dapat dibuat menjadi aplikasi yang kecil,
kompak dengan tingkat portabilitas tinggi. Teknologi yang tersedia saat ini memungkinkan
penggagas sistem untuk meletakkan aplikasi client ini pada alat alat mobile yang memiliki
processor.2 Alat alat tersebut antara lain Handpone dan PDA yang saat ini banyak beredar di
kalangan masyarakat.
Jaringan Komputer vs  Sistem Terdistribusi
1. Jaringan komputer : komuter otonom yang secara eksplisit terlihat (secara eksplisit teramati)
2. Sistem terdistribusi: keberadaan beberapa komputer otonom bersifat transparan
3. Secara normal, setiap sistem terdistribusi mengandalkan layanan yang disediakan oleh jaringan komputer
4. Beberapa layanan pada jaringan komputer (seperti, name service) juga merupakan sistem terdistribusi
5. Sistem terdistribusi lebih banyak masalah yang dihadapi
Perbedaan:
1. Jaringan komputer: komputer otonom yang secara eksplisit terlihat
2. Sistem terdistribusi: Komputer otonom transparan, memiliki lebih banyak masalah.
Alasan untuk sistem terdistribusi:
1.   Distribusi fungsi : komputer memiliki kemampuan fungsi yang berbeda-beda
a). client/server
b). Host/terminal
c). Data gathering / data processing
2.   Distribusi beban/keseimbangan : pemberian tugas ke prosesor secukupnya sehingga unjuk kerja seluruh sistem teroptimasi.
3.   Sifat terdistribusi mencegah terjadinya application domain, e.g.
a). cash register dan sistem persediaan untuk supermarket,
b). Komputer pendukung collaborative work
4.   Replikasi kekuatan pemrosesan: independent processors bekerja untuk pekerjaan yang sama
– Sistem terdistribusi terdiri dari kumpulan mikrokomputer yang memiliki kekuatan pemrosesan yang tidak dapat dicapai oleh superkomputer
5.   10000 CPU, masing-masing berjalan pada 50 MIPS, mencapai 500000 MIPS,
– Maka satu perintah dijalankan dalam waktu 0.002 nsec
6.   Pemisahan fisik : sistem yang menggantungkan pada fakta bahwa komputer secara fisik terpisah (e.g., untuk mencapai kehandalan).
7.   Ekonomis : kumpulan mikroprosesor menawarkan harga/unjuk kerja yang lebih baik dari pada mainframe
Alasan:
1. Distribusi Fungsi:  (Client/server; Data colecting/data processing
2. Distribusi beban: Pembagian beban prosesing ke beberapa prosesor
3. Replikasi Kekuatan: Kumpulan PC memiliki kekuatan yang lebih besar dari super komputer.
4. Pemisahan Fisik: untuk kehandalan atau redundancy sistem
5. Ekonomis: kumpulan mikroprosesor memberikan harga/unjuk kerja yang lebih baik dibandingkan dengan mainframe.
Karakteristik Sistem Terdistribusi
1. Sistem terdistribusi adalah sistem concurrent (serentak)
a. Setiap komponen hardware/software bersifat otonom (kita akan menyebut komponen otonom adalah “proses”)
b. Komponen menjalankan tugas bersamaan
Contoh : A dan B adalah concurrent jika A dapat terjadi sebelum B, dan B dapat terjadi sebelum A
c. Sinkronisasi dan koordinasi dengan message passing
1). Sharing resources
2). Masalah umum dalam sistem concurrent
a). Deadlock
b). Lifeclock
c). Komunikasi yang tidak handal
2. Keterbatasan dalam global clock
a. Terdapat batasan pada ketepatan proses sinkronisasi clock pada sistem terdistribusi, oleh karena asynchronous message passing
b. Pada sistem terdistribusi, tidak ada satu proses tunggal yang mengetahui global state sistem saat ini (disebabkan oleh concurrency dan message passing)
3. Independent failure
a. Kemungkinan adanya kegagalan proses tunggal yang tidak diketahui
b. Proses tunggal mungkin tidak peduli pada kegalalan sistem keseluruhan
Contoh Sistem Terdistribusi
1. Internet: Jaringan komputer dan aplikasi yang heterogen Mengimple mentasikan protokol Internet.
2. Sistem Multimedia Terdistribusi: Biasanya digunakan pada infrastruktur internet
a. Karakteristik
– Sumber data yang heterogen dan memerlukan sinkronisasi secara real time    (Video, audio, text, M u lticast)
Contoh: Teleteaching tools (mbone-based, etc.)
– Video-conferencing,  Video and audio on demand
3. Sistem Intranet:
a.  Jaringan yang teradministrasi secara lokal,
b.  Biasanya proprietary,
c.  Terhubung ke internet (melalui firewall),
d.  Menyediakan layanan internal dan eksternal
4. Mobile dan Sistem Komputasi Ubiquitous
a.  Sistem telepon Cellular (e.g., GSM)
b.  Resources dishare : frekuensi radio, waktu transmisi dalam satu frekuensi, bergerak
c.  Komputer laptop, ubiquitous computing
d.  Handheld devices, PDA, etc
5. Contoh lainnya:
a. Sistem telepon (ISDN, PSTN)
b. Manajemen jaringan: Administrasi sesumber jaringan
c. Network File System (NFS): Arsitektur untuk mengakses sistem file melalui jaringan
d. WWW:
1) Arsitektur client/server tebuka yang diterapkan di atas infrastruktur internet
2)  Shared resources (melalui URL).
Salah satu Contoh Device sistem terdistribusi adalah Handphone dan PDA memungkinkan untuk ditumpangi aplikasi client karena kemampuannya untuk berkomunikasi dengan jaringan. Kemampuan komunikasi ini diimplementasikan oleh alat alat tersbut secara fisik dengan mengimplementasikan wifi atau bluetooth. Implementasi pada level fisik pada referensi OSI seven Layer ini memungkian pada level diatasnya diimplementasikan TCP untuk komunikasi dengan alat (device) lain. Berbekal teknologi ini kemungkinan untuk menciptakan mobile client terbuka lebar.
Handphone dan PDA merupakan device dengan karakteristik mesin yang mirip dengan
komputer kalau tidak disebut sebagai komputer yang mobile. KOmponen yang terdapat didalamnya sama dengan komputer, hanya saja untuk alasan konsumsi daya, ukuran dan fungsinya maka semua komponennya memilki ukuran yang lebih kecil. Sistem operasi juga di pasang pada setiap PDA atau handphone. Sistem operasi sebagai device manager dan sarana berinteraksi dengan pengguna biasa maupun pengguna programmer3. Fungsi yang sama juga menjadi pekerjaan dari sistem operasi di handphone/PDA.
Adapun sistem operasi yang beredar dan diimplementasikan pada handphone/PDA saat ini
antara lain4:
􀁺 Micrososft
􀁺 PalmSource
􀁺 Psion
􀁺 RIM
􀁺 Symbian
Sistem operasi yang terpasang di handphone/PDA saat ini dapat digunakan untuk
mengeksekusi aplikasi (program) seperti layaknya komputer PC. Pada beberapa alat yang berlabel
MIDP enabled mendukung eksekusi bytecode dari aplikasi yang dibangun menggunakan java
dengan teknologi J2ME. Tantangan yang muncul bagi analis dan pemrogram adalah bagaimana
merancang dan mengimplementasikan rancangan sistem seefektif mungkin sehingga didapatkan
implementasi program sekecil mungkin agar dapat disimpan dan dieksekusi pada alat alat mobile
yang memiliki media penyimpan yang kecil dan memori tersisa hanya dalam hitungan beberapa
kilobyte.
 
Copyright © @gluguthari
Blogger Theme by BloggerThemes Sponsored by Internet Entrepreneur